Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Container Icon

Ini Bukan Doa tapi Kenyataan yang Tertunda

dan aku memulai kalimatku dengan menyebut nama Allah, Sang Maha Perkasa.

Itulah engkau yang mengabaikan sebuah ketulusan,
yang menggantinya dengan ucapan buruk seperti belati
Itulah engkau yang menggores luka dengan tidak menghargai keberadaan
Itulah engkau yang setiap nasihat baik tak pernah kau dengar
Itulah engkau yang hatinya beku karena kufur terhadap nikmat
Itulah engkau yang diberi cinta kasih tapi meludahkannya bagai sampah
Itulah engkau yang selalu membanding-bandingkan kecantikan wajah
Itulah engkau yang menolak atas segala ajakan kebaikan
Itulah engkau yang mempertahankan ego dan merusak pertalian yang ada
Itulah engkau yang menganggap dirimu terbaik di seluruh dunia
Itulah engkau yang memandang sebelah mata orang lain
Itulah engkau yang mengajari dengan perasaan tinggi hati
Itulah engkau yang menuntun dengan makian
Itulah engkau yang tak mampu melihat keindahan dari suatu hal
Itulah engkau yang menyalahkan orang lain atas keburukan hidupmu
Itulah engkau yang tak pernah mau mengalah atas segala hal
Itulah engkau yang mengabaikan kerinduan di atas kemarahan
Itulah engkau yang mata hatinya tertutup kilau dunia,

dan itulah engkau yang akan terlambat menyadari segalanya
saat akan ada seorang yang berjiwa besar, berhati lembut,
yang halus perangainya, yang setiap kalimatnya meneduhkan,
yang sinar matanya mendamaikan, yang cerdasnya tak pernah membuat orang
di sekelilingnya ketakutan apalagi merasa rendah, yang betapa perkasanya dia tak pernah
datang dengan amarah pada wanita yang dikasihinya,
yang kedatangannya selalu dirindukan wanitanya, yang setiap tingkahnya membuat cinta semakin bertumbuh,
yang senyumnya selalu ada tapi tak murahan, yang kesetiaannya tiada tara hingga menggetarkan jiwa siapapun yang mendengar namanya,

adalah dia, manusia tak sempurna tapi menyempurnakan orang lain,
adalah dia yang meski dengan semua yang dimilikinya tak menjadikannya layaknya gunung tertinggi,
adalah dia yang hadirnya selalu membawa tawa,

adalah dia yang dalam waktu sekejab membuat setiap wanita jatuh cinta,
tapi yang memberikan waktunya hanya pada yang berhak,
adalah dia yang pesonanya tak bisa tertutupi bahkan oleh mendung gelap sekalipun,
adalah dia yang mengusap air mata wanitanya dengan lembut,
yang bahunya selalu ada untuk sandaran

adalah dia yang hal paling utama baginya adalah rasa cintanya pada Sang Penguasa,
yang di setiap denyut nadinya adalah perwujudan syukur pada Sang Khalik,
adalah dia yang kekurangannya tak menjadikannya pedang bagi diri dan orang yang mencintainya,
adalah dia yang berdiri tegak dengan gagah,
adalah dia yang terbangun dan tertidur tanpa lupa menyapa wanitanya dengan cinta,
adalah dia yang merindu dengan syahdu dengan lantunan hamdalah dan bismillah dari bibirnya
adalah dia yang memimpin dengan bijak tanpa mencela.

Itulah engkau yang termenung setelah takdir menunjukkanmu suatu hal nyata,
kenyataan yang sering dan selalu kau abaikan karena kecongkakanmu,
itulah engkau yang memilih pergi, menyerah pada keegoisan,
itulah engkau yang meski diperingatkan tapi tak mampu membacanya,
itulah engkau yang meski diberi petunjuk tapi tak pernah bisa melihatnya,
itulah engkau yang akan hidup dengan caramu, yang puas dengan hidupmu,
yang memilih jalan mudah bagimu,

itulah engkau yang dalam duniamu adalah pemenang
tapi tak pernah tersadar bahwa kemenanganmu tak sesungguhnya,
karena dialah yang menang....menang atas segala hal yang tak mampu kau menangkan,
dialah pemenang atas segala hal yang tak pernah kau syukuri sebelumnya,
dialah pemenang atas segala hal yang telah kau abaikan sebelumnya,

dialah pemenang hati, hidup, keturunan terberkahi,
atas segala cinta dan pengabdian yang tulus dan murni dari wanitanya,

itulah engkau....

itulah dia...

dan inilah aku yang menjemput keberuntungan karena kasih Allah

yang karena segala hal buruk telah mengajariku,
untuk menemukan segala hal baik di waktu setelahnya,

dan ini bukanlah doa tapi suatu kenyataan yang tertunda................

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar